•°• ✞ CINTA TANPA SYARAT ✞ •°•
"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena
Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8)
Sahabatku yang terkasih di dalam Keluarga Kasih Kristus, sadar atau
tidak sadar seringkali kita mencintai pasangan kita dengan lencana
persyaratan. Kita biasa berkata : Aku cinta kamu, asalkan pemikiranmu
haruslah sependapat denganku. Atau asal
pekerjaan, pendidikan, dan penghasilanmu bagus. Atau asal kamu tidak
terlalu gemuk, terlalu kurus. Atau asal kamu ganteng, kamu cantik. Atau
asal yang lain sebagainya lagi.
Cinta yang selalu memakai
embel-embel dengan kata "asalkan" tidak akan pernah memberikan rasa aman
kepada pasangan kita. Dan cinta yang tidak menimbulkan rasa aman
akibatnya bukan membangun, melainkan justru akan merusak dalam hubungan
tersebut.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap
orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang
kekal. " (Yohanes 3:16)
Berbeda dengan Kasih Tuhan kepada umat
manusia. Cinta Kasih Tuhan kepada kita semua, justru tanpa mengenakan
lencana persyaratan apapun. Bapa di Sorga mengirimkan Putra-NYA yang
Tunggal Tuhan Yesus Kristus ke dunia dan mati di Kayu Salib untuk
menebus dosa-dosa kita, sebagai jalan kita masuk di dalam Kerajaan
Sorga. Cinta Kasih seperti inilah yang memberikan ketentraman dan damai
sejahtera dalam kehidupan, yang dapat menuntun, membimbing, serta
menyalakan Roh kita untuk membalas kasih-NYA. Demikian juga apabila kita
mengasihi pasangan kita tanpa syarat apapun, justru pasangan kita
dengan sendirinya akan tergerak membalas kasih kita, bahkan lebih lagi.
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak
memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan
dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak
menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena
ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu,
percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung
segala sesuatu." (1 Korintus 13:4-7)
Memang, baik pribadi kita
sendiri maupun pasangan kita bukanlah manusia sempurna, sehingga
terlihat begitu sulit untuk mengasihi pasangan dengan tanpa syarat
apapun. Meskipun demikian tidak ada kata terlambat untuk belajar. Kita
dapat belajar memulai mengasihi pasangan kita dengan tanpa syarat
apapun. Caranya dimulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, dengan
bertumbuh menjadi semakin baik di dalam hubungan yang saling membangun
dengan pasangan kita. Apabila kedua belah pihak sudah dapat melakukan
hal tersebut dengan kerelaan hati, ketulusan hati, dan kesungguhan hati,
maka kualitas " KASIH TANPA SYARAT " itu semakin hari semakin di
dekati, serta semakin hari kita akan semakin menjadi segambar dan serupa
dengan Kristus. Amin.
Selamat berbagi Kasih Tuhan (Kasih Tanpa
Syarat) kepada pendamping hidup dan orang-orang yang berada
disekeliling kita, para sahabat.
Salam Kasih,
TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai PELAKU FIRMAN semua...
http://bit.ly/P8r92o
Tidak ada komentar:
Posting Komentar